Globalisasi dan Perekonomian Indonesia

Perekonomian dunia mengalami perubahan sejak dasarwarsa tujuh puluh hingga tahun 2000 an  yang bersifat mendasar atau struktural serta mempunyai kecenderungan jangka panjang dan konjungtural.  Perubahan dan perkembangan ini dikenal orang dengan istilah  globalisasi.

Gejala globalisasi  terjadi pada kegiatan finansial, produksi, investasi perdagangan yang kelak berpengaruh pada hubungan antar bangsa dan hubungan antar individu dalam segala aspek kehidupan. Hubungan antar bangsa menjadi lebih saling tergantung  yang bahkan menjadikan ekonomi dunia menjadi satu sehinga seolah-olah batas antar negara dalam kegiatan perdagangan, bisnis tidak ada lagi. (borderless world)

Bahan kuliah lengkap silahkan lihat dan klik di bawah ini:

Globalisasi dan Perekonomian indonesia

Penulis: Satrio Budi Adi (satrio.budi@yahoo.com)

Staf pengajar Sistem Ekonomi Indonesia

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Indonesia

Administrator MKND

Blog MKND FISIP UI ini, merupakan sarana penghubung antara mahasiswa FISIP UI dan dosen/staf pengajar MKND dan juga media informasi bagi siapa saja yang membutuhkan pelayanan akademik khususnya untuk matakuliah-matakuliah umum (Mata Kuliah Non Departemen). Mudah-mudahan ke depan, blog ini dapat memuat semua informasi mulai dari semua staf pengajar di MKND FISIP UI, jadwal kuliah, Silabus/SAP (Satuan Acara Perkuliahan), Bahan Kuliah, konsultasi Akademik, sampai kepada hal-hal kecil yang tidak bisa disebutkan di sini.

About me and my skills yang lengkap, silahkan klik: CV Satrio Budi Adi 

Berikut profile singkat administrator blog MKND FISIP UI:

Nama & Gelar : Satrio Budi Adi, S.E M.Si
Tempat / Tgl Lahir : Jember /16 April 1974
Jenis Kelamin : Pria
Agama : Islam
Status Perkawinan : Duda
Alamat Rumah : Jl. Lontar No.29 RT02/03, Lenteng Agung
Kota/Telp/e-mail : Jakarta Selatan / 08151844488 /satrio.budi@yahoo.com

SAP MK Sistem Ekonomi Indonesia (SEI)

Berikut adalah silabus atau satuan acara perkuliahan (SAP) untuk mata kuliah SEI. Informasi lebih lengkap silahkan klik: SAP SEI

UKM Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

UKM Bisa Dorong Pertumbuhan
Rabu, 07/11/07 09:28:15 AM

Satrio Budi Adi, Pakar Ekonomi UKM UI

PEMERINTAH seharusnya jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja, karena walaupun pertumbuhan ekonomi cukup tinggi tetapi tidak mampu menggerakkan kegiatan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Seharusnya paradigma untuk mengejar pertumbuhan ekonomi saja harus dirubah.

Selayaknya sektor UKM mendapat perhatian yang lebih besar dari pemerintah, karena keberadaannya mampu memberi lapangan kerja yang luas dan juga UKM mampu bertahan di kala terjadinya krisis moneter beberapa waktu lalu. Dan harus ada keberpihakan yang lebih kepada sektor UKM. Sebagai contoh apa yang dilakukan M. Yunus peraih nobel perdamaian dari Bangladesh, dengan Grameen Bank-nya banyak membantu para pedagang kecil, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan di negaranya.

Pelajaran dari negara tetangga seperti Bangladesh yang memperhatikan nasib para UKM, patut dicontoh dan diterapkan oleh (pemerintah Indonesai-red). Sehingga, ekonomi di tanah air yang saat ini sedang carut marut, ditambah melambungnya harga minyak dunia, diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi.

Ada baiknya juga, sektor perbankan milik pemerintah makin aktif memberikan pinjaman dan kredit lunak kepada para pengusaha kecil tersebut, dengan harapan usaha para UKM semakin berkembang. Selama ini, jika diamati, sektor perbankan plat merah kurang membuka diri kepada pengusaha UKM dalam mengucurkan kredit. Seharusnya, kalangan perbankan harus lebih membuka diri dan jangan formalitas laporan keuangan, dan aset dijadikan sebagai alasan mengucurkan bantuan dalam memberikan kredit.

Kemudian, dalam memberikan hak paten kepada pengusaha kecil juga seharusnya lebih dipermudah, karena jika tidak, maka hasil dari pengusaha UKM sulit di beri hak paten. Padahal, laba perbankan yang mencapai sekitar 40 persen dan bukan berasal dari core bisnisnya, ini menunjukkan bahwa perbankan tidak fokus kepada usahanya.

Sementara laba yang kisarannya mencapai 40 persen diperoleh dari penempatan uang di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan merupakan indikasi dari kegagalan sebuah perbankan. rm

 

(selengkapnya lihat di: http://www.rmexpose.com)

 

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!